Senin, 14 Januari 2013

0 PERBEDAAN ANTARA BAHASA MALAYSIA DAN BAHASA INDONESIA


 

Perbedaan antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Perbedaan antara bahasa Melayu dan bahasa Indonesia) Belum Diperiksa Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia adalah dua bentuk baku dalam bahasa Melayu modern (pasca-Perang Dunia II). Selain keduanya, terdapat pula bentuk baku lain yang dipakai di Brunei, namun karena penuturnya sedikit bentuk ini menjadi kurang signifikan. Artikel ini mencoba menunjukkan perbedaan di antara kedua bentuk baku utama meskipun usaha-usaha penyatuan ejaan dan peristilahan selalu dilakukan di bawah koordinasi MABBIM. Sebenarnya tidak banyak perbedaan antara kedua bahasa tersebut. Berbagai varian bahasa Melayu digunakan di berbagai wilayah Indonesia dan semua mengakui bahwa bahasa yang digunakan di Provinsi Riau dan sekitarnya adalah bahasa Melayu Standar (atau bahasa Melayu Tinggi, bahasa Melayu Piawai). Perbedaan latar belakang sejarah, politik, dan perlakuan yang berbeda menyebabkan munculnya perbedaan tata bahasa, peristilahan dan kosakata, pengucapan, serta tekanan kata pada dua bentuk standar modern yang sekarang dipakai. Perbedaan itu secara garis besar dapat dipaparkan sebagai berikut: Dari latar belakang penjajahan asing bisa dikatakan bahwa bahasa Indonesia lebih menyerap bahasa Belanda sedangkan bahasa Malaysia lebih menyerap bahasa Inggris. Dari segi perlakuan, kedua-dua bahasa tersebut diperlakukan sesuai dengan kebijakan kebahasaan di negara masing-masing, namun ada perhimpunan yang mengatur bahasa Melayu yang disebut dengan Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (MABBIM). Dari segi penyerapan kata di negara masing-masing, bahasa Indonesia yang didasarkan dari bahasa Melayu berdialek Riau menyerap pula bahasa-bahasa daerah di Indonesia seperti bahasa Jawa dll. Daftar isi [sembunyikan] 1 Ortografi 2 Perbedaan yang penting antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia 2.1 Perbedaan ejaan 2.2 Perbedaan kosa kata 2.3 Kata-kata yang berbeda maknanya 2.4 Sama kata tetapi huruf berbeda 3 Rujukan tambahan 4 Lihat pula [sunting]Ortografi Sebelum abad kedua puluh, bahasa Melayu ditulis menggunakan aksara yang dimodifikasi dari aksara Arab yang dikenal sebagai Huruf Jawi. Setelah abad dua puluh, bahasa Melayu ditulis menggunakan huruf Latin, dikenal sebagai Rumi, dan penggunaan hurud Latin ini telah hampir menggantikan huruf Jawi secara keseluruhan dalam kehidupan sehari-hari. Romanisasi pada awalnya digunakan di Malaya (kini bagian dari Malaysia) dan Hindia Belanda (kini Indonesia). Hal ini menunjukkan kedua negara tersebut merupakan bekas jajahan britania dan Belanda. Dalam bahasa Indonesia, huruf vokal u pada awalnya dilambangkan dengan oe, seperti halnya dalam Bahasa Belanda. Perubahan resmi oe menjadi u dilakukan pada tahun 1947. Hal serupa juga terjadi di Malaysia, sampai tahun 1972, huruf konsonan c di Malaysia dilambangkan dengan ch, sedangkan Indonesia mengikuti Belanda yang menggunakan tj. Sehingga kata cucu di Malaysia dulu ditulis chuchu dan di Indonesia ditulis tjoetjoe, sampai akhirnya sistem Ejaan Yang Disempurnakan diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1972, yang mengganti tj dengan c. Indonesia mengganti konsonan dj dengan j, yang sudah terlebih dahulu digunakan di malaysia, sedangkan konsonan lama j digantikan oleh y, seperti halnya di Malaysia. Demikian juga bunyi desah yang berasal dari bahasa Arab, yang dulu ditulis 'ch' di Indonesia, kini menjadi kh dalam kedua bahasa. Akan tetapi, oe masih dapat ditemukan, misalnya pada nama presiden pertama Indonesia, Sukarno (ditulis Soekarno), dan penggantinya Suharto, (ditulis Soeharto). Kombinasi huruf ch dan dj masih dapat ditemukan pada nama-nama semacam Achmad dan Djojo (diucapkan Akhmad dan Joyo), meskipun kini orang-orang lebih suka menggunakan ejaan pasca-1972. [sunting]Perbedaan yang penting antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia Bahasa Indonesia berbeda dari bahasa Melayu di Malaysia karena bahasa Indonesia memiliki lebih banyak perkataan yang berasal dari bahasa Jawa dan bahasa Belanda meski bahasa Indonesia didasarkan dan didominasi dari bahasa Melayu Riau, contohnya "pejabat pos" di Malaysia dikenal dengan sebutan "kantor pos" di Indonesia. "Kantor" ini berasal dari kata Belanda kantoor untuk "pejabat". [sunting]Perbedaan ejaan Lihat pula: Perbedaan antara sebutan Bahasa Melayu basahan dan Bahasa Indonesia Ketika zaman penjajahan, bahasa Indonesia menggunakan "oe" untuk bunyi "u", sama seperti bahasa Belanda, namun setelah penaklukan Jepang ejaan tersebut diganti menjadi "u". Di Malaysia sebelum tahun 1972, bunyi "ch" dieja dengan "ch" dan bahasa Indonesia menggunakan "tj". Oleh itulah, perkataan "cap" telah dieja sebagai "chap" di Semenanjung Malaya dan "tjap" dalam bahasa Indonesia. Setelah "Ejaan Yang Disempurnakan" diperkenalkan pada tahun 1972, kedua-dua bahasa itu menggunakan ejaan yang sama, yaitu "cap". Contoh ejaan lain yaitu "dj" (Indonesia) diganti dengan "j" seperti di Malaysia. Ada beberapa ejaan yang masih dipertahankan atas sebab sejarah, contohnya "wang" (Semenanjung Malaya) dan "uang" (Indonesia). [sunting]Perbedaan kosa kata Beberapa contoh kata-kata yang berbeda jauh antara kedua bahasa: Bahasa Inggris Bahasa Malaysia/ Bahasa Melayu di Malaysia Bahasa Indonesia/ Bahasa Melayu di Indonesia March Mac (dari Bahasa Inggris) Maret [1] August Ogos Agustus [2] challenge cabaran tantangan, kecabaran speak bercakap, bertutur, berbual berbicara, bercakap-cakap shop kedai toko[3] ticket tiket karcis [4], tiket pharmacy farmasi, kedai ubat apotek, toko obat[5], farmasi[6] Monday Isnin Senin restaurant restoran, kedai makan[7] rumah makan, restoran because kerana[8] karena hospital hospital,[9] rumah sakit (jarang digunakan lagi) rumah sakit [10] zoo taman haiwan, zoo, ('kebun binatang' digunakan sebelum kemerdekaan Malaysia) [11] kebun binatang [12] television televisyen[13] televisi [14] university universiti[15] universitas [16] head office ibu pejabat kantor pusat car kereta[17] mobil/oto [18][19] chair kerusi[20] kursi [sunting]Kata-kata yang berbeda maknanya Selain perbedaan kosa kata, kedua bahasa juga memiliki perkataan-perkataan yang sama tetapi berbeda maksudnya (homonim). Oleh karena perkataan-perkataan tersebut seringkali digunakan dalam kedua bahasa tersebut, maka hal tersebut mudah menimbulkan kesalahpahaman. Perbedaan makna ini terbentuk atas penuturan yang menjadi kelaziman dari kedua negara, sedangkan dalam segi tertulis tidak terbentuk perbedaan yang ketara sebab makna yang ada dalam bahasa Malaysia juga sebenarnya ada dalam bahasa Indonesia (makna bahasa Melayu dalam tiap daerah di Indonesia beragam mengingat banyaknya dialek bahasa Melayu di Indonesia)[21]. Beberapa perbedaan tersebut di antaranya: Perkataan makna dalam bahasa Malaysia makna/sinonim dalam bahasa Indonesia ahli anggota (mis. dari partai), juga pakar contoh ahli bahasa [22] pakar akta undang-undang surat resmi yang disahkan oleh suatu badan resmi atau pemerintah baja bahan untuk menyuburkan tetumbuhan besi tahan karat banci perhitungan bilangan penduduk ("sensus") seorang berjenis kelamin wanita dan pria bercinta menyatakan rasa kasih sayang kepada orang lain melakukan hubungan seksual biji biji benih / penjodoh bilangan (berapa biji pil) benih bisa racun 1. boleh, dapat; 2. racun boleh dapat(contoh:dia boleh bicara=dia bisa/dapat bicara) 1. mengizinkan (contoh:dia diizinkan bicara); 2. bisa (kebisaan) (contoh:dia memiliki kebolehan dalam bergaya); 3. bisa/ dapat (contoh:Dia boleh mengerjakan soal ujian dengan cepat) (jarang digunakan dalam makna bisa) bugil/bogel telanjang, langsung tidak berpakaian 1. telanjang, bugil; 2. pendek dan kecil (terdapat kesalahpahaman dalam memaknakan kata bogel di kalangan masyarakat yaitu orang kerdil) bontot/buntut punggung/pangkal (bontot senapang) ekor; terakhir (untuk urutan anak) bual bersembang (berbual) omong kosong (membual), cakap besar (sombong) budak anak-anak kecil, orang muda, (hamba tidak digunakan lagi. Contoh budak raja[23].) 1. hamba abdi, hamba sahaya; 2. anak-anak kecil (budak untuk makna ini dijumpai di daerah asal Melayu Sumatra dan Sunda, namun sekitar tahun 1995, beberapa ahli bahasa di indonesia dan Malaysia sempat mengkritik kata ini karena dinilai telah mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.) butuh/butoh alat kelamin lelaki (lucah) perlu; [24] comel cantik dan menarik, molek kecil manis (cantik); mungil; bagus; menggerutu, bersungut-sungut (bahasa Melayu "bersungut=mengomel") email emel enamel, lapisan pelindung gigi (juga digunakan istilah émail) gampang anak luar nikah (kesat) mudah, senang jabatan bagian dari penadbiran dll yg mengurus tugas-tugas tertentu amanah dalam memegang kedudukan penting resmi dalam suatu pekerjaan; departemen; jawatan jahat maling (penjahat) durjana, tidak baik jawatan kedudukan resmi/pangkat kantor pemerintahan, jabatan jemput mengajak atau menyilakan datang 1. memetik; 2. pergi mendapatkan orang yang akan diajak pergi bersama jeruk buah-buahan (sayur, telur, ikan, dll) yang telah diasamkan (atau diasinkan) buah jeruk jimat cermat (tentang uang atau penggunaan sesuatu), hemat, tidak boros azimat, benda bertuah kacak tampan, menarik (bagi lelaki) memegang kiri kanan pinggang dengan kedua-dua belah tangan (berkacak pinggang); tampak gagah, segak kaki tangan pekerja, seorang yang diupah anak buah (dengan konotasi negatif), seorang yang diperalat kapan (kain kafan), kain penutup mayat bilamana; berbeda dengan kafan karya gubahan hasil karya (karyawan=pekerja seni) kerja (karyawan=pekerja upahan) kerajaan semua bentuk pemerintahan sistem pemerintahan yang dipimpin oleh raja kereta mobil semua kendaraan beroda yang digerakkan dengan tenaga mesin atau makhluk hidup khidmat servis, kerja untuk memenuhi keperluan orang ramai 1. hormat, takzim; 2. layanan (jarang atau hampir tidak digunakan lagi) pajak gadai janji, sewaan (pajakan tanah) cukai pelan rancangan pembinaan atau pembangunan perlahan, tidak cepat pejabat tempat bekerja 1. orang yang memiliki jabatan resmi (unsur pimpinan); 2. kantor (jarang atau hampir tidak digunakan) pemerintah badan atau kumpulan orang yang mengendalikan penadbiran suatu negara pemerintah/ penadbir, badan tertinggi yang memerintah suatu negara pengajian pendidikan (dari kata "mengaji") pembelajaran Alquran percuma cuma-cuma, gratis tidak berguna, sia-sia pijat kutu; ralat pemrograman komputer urut[25] polis mata-mata, angkatan keselamatan sipil 1. dasar (asuransi dll.); 2. negara kota (di Yunani) polisi dasar (asuransi dll.) pemelihara keamanan, angkatan keselamatan pusing bergerak dalam bulatan, berputar, berkeliling dalam keadaan keseimbangan terganggu serasa keadaan sekitar berputar; putar; pening, sakit kepala [26] pupuk menyemai (nilai murni dsb.) penyubur tanaman tambang bayaran penggunaan pengangkutan awam, 1. tempat menggali mineral; 2. semacam tali yang kuat tandas jamban, tempat membuang air besar 1. menjelaskan/menyelesaikan sesuatu dengan pasti dan tegas; 2. jamban sulit rahasia; sukar; alat sulit ("alat kelamin") sukar dicari karena tersembunyi atau jarang didapat [sunting]Sama kata tetapi huruf berbeda Inggris Indonesia Melayu Bus bus bas Truck truk trak Different beda beza Taxi taksi teksi Mean arti erti Bussiness bisnis bisnes Is yaitu iaitu Headland tanjung tanjong Bay teluk telok Damage rusak rosak Offical resmi rasmi Bridge jembatan jambatan Position jabatan jawatan Civil sipil sivil

0 komentar:

Poskan Komentar

 

kumpulan Artikel Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates